“nasionalis yang sejati, yang cintanya pada tanah air itu bersendi pada pengetahuan atas susunan ekonomi dunia dan riwayat, dan bukan semata-mata timbul dari kesembongan bangsa belaka, nasional yang bukan chauvinis, tidak boleh tidak, haruslah menolak segala paham pengecualian budi yang sempit itu. Nasionalis yang sejati yang nasionalismenya bukan copy atau tiruan dari nasionalisme barat, akan tetapi timbul dari cinta akan manusia dan kemanusiaan, nasionalisme yang yang menerima rasa nasionalismenya itu sebagai wahyu dan merasakan rasa itu sebagai bakti… baginya,,, maka rasa rasa cinta bangsa itu adalah lebar dan luas, dengan memberi tempat pada segenap sesuatu yang perlu untuk hidupnya segala hal yang hidup.”
“nasionalisme kita haruslah nasionalisme yang tidak mencari gebyarnya atau kilaunya negeri keluar saja, tapi haruslah mencari selamatnya manusia,, nasionalismenya kita haruslah lahir daripada “manselijhkid”. Nasionalismeku adalah nasionalis kemanusiaan, begitulah begitulah Gandhi berkata.
“jikalau kita mempelajari dan mengagumi sriwijaya dan mataram dan majapahit dan banten dan melayu dan singasari, tetapi kita tidak menangkap dan meneruskan api bernyala-nyala dan berkobar di dalam jiwa sriwijaya, jiwa mataram, jiwa majapahit, jiwa banten, jiwa melayu itu, maka kita pun hanya mewariskan abu saja, mewariskan barang yang mati, mewariskan barang yang tidak berharga.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar