Jumat, 18 Maret 2011

1001kisah klasik

Rara Jonggrang dan seribu arca Bandung Bandawasa

Seorang raja yang bertahta di kerajaan Baka, mempunyai seorang puteri cantik bernama Lara Jonggrang. Kecantikannya terkenal seantero negeri, mengundang raja sakti dan gagah perkasa untuk melamarnya, namun semua itu di tolaknya, karena memang belum mempunyai keinginan untuk menikah. Salah satu pelamarnya adalah Bandung Bandawasa, yang bukan hanya seorang pelamar melainkan seorang berkuasa yang beisa penyebabkan kesulitan politik bagi ayahnya.

Ini berarti Lara Jonggrang tidak bisa sekedar menolak tapi dia harus menolak dengan alas an yang tepat. Maka iapun mengajukan syarat bagi pelamarnya itu, yakni hanya bersedia menikah, jika Bandung Bandawasa sanggup membangun seribu arca dalam semalam. Lara jonggrang brefikir, jika satu arca batu daja di selesaikan dalam bebulan-bulan, tentu Bandung Bandawasa tidak akan sanggup melayani permintaan membangun seribu arca dalam semalam.

Bandung Bandawasa mengerti, syarat yang di ajukan Lara JOnggrang itu hanya untuk menolak lamarannya, karena di pastikan akan gagal. Karena itu Bandung Bandawasa menggunakan kekuasaannya untuk meminta bantuan kepada siluman. Para makhluk itu menyanggupi membangun seribu arca dalam semalam, dan pada hari yang di tentukan mereka bekeerja. Cara berfikir siluman tidak seperti manusia. Sebetulnya para siluman bisa tergandakan menjadi seribu, jika setiap siluman membangun satu arca, tentu seribu arca itu akan selesai dengan cepat dekali. Namun para siluman itu membangun satu arca secara bersama-sama. Akibatnya, bukan lebih cepat malahan jadi lebih lambat, meskipun untuk ukuran manusia sudah cepat sekali.

Malam itu lara jonggrang mengirim dayang-dayangnya untuk memeata-matai pekerjaan mereka. Tentu saja para siluman itu tidak bisa di saksikan dengan mata telanjang, para dayang-dayang hanya dapat melihat arca itu tumbuh satu persatu di dalam tanah, dengan hasil yang begitu indah. Para siluman memang di kenal sangat ahli dalam kerja kesenian, bahkan merek menguasai kehlian itu tanpa pernah mempelajarinya. Dengan memperhitungkan laju pertumbuhan arca-arca itu, di banding eaktu yang tersisa, di pastikan seribu arca itu akan terselesaikan sebelum fajar menyingsing.

Lara Jonggrang belum mau menyerah. Ia tidak ingin menikah. Ia mencari agar pekerjaan para siluman itu gagal. Maka ia meminta dayang-dayangnya dara-dara di prambanan,meminta agar mereka menumbuk padi di lesungnya masing-masing.

Apa yang kemudian terjadi …….? Mendengar suara alu menumbuk padi di dalam lesung, ayam jantan mengira hari sudah pagi. Biasanya ayam jantan terbangun dengan cahaya pertama yang mendahului terbitnya matahari di cakrawala. Meski hari masih gelap, ayam jantan bisa melihatnya, dan berkokoklah mereka, tapi kali ini sudah terdengar suara lesung, meski tak ada cahaya di ufuk timur, mereka tetap berkokok.

Mengira hari sudah pagi, para siluman kembali ke alamnya, tak bisa di suruh-suruh lagi, karena makhluk halus hanya bisa hidup dalam kegelapan, ketika manusia tidak bisa melihat apa-apa. Sehingga arca yang di selesaikan hanya berjumlah sembila ratus Sembilan puluh Sembilan buah arca.

Bandung bandawasa dengan kesaktiannya bisa mengerti betapa ia telah sengaja di gagalkan, namun ia tidak mau mengerti. Ia dating menemui Lara Jonggrang dan berkata, ‘seribu arca itu hanya kurang satu, sudilah dikau jadi permaisuriku.’ Tetpi Lar Jonggrang menolaknya, aku tak mau mencabut kata-kataku, aku hanya bersedia dikau nikahi jika arca itu berjumlah seribu.

Tentu saja Bandung Bandawasa yang sakti itu menjadi murka, dan diapun berkata, kalau begitu dikau menjadi pelengkao arca menjadi seribu. Kurangnya satu arca biarlah dig anti oleh dirimu. Itulah yang menjadi arca Lara Jonggrang di dalam candi siwa di komplek csndi prambanan. Bandung Bandawasa juga mengutuk semua gadis prambanan m,enjadi perawan tua……………..

pidato Bung Karno

“nasionalis yang sejati, yang cintanya pada tanah air itu bersendi pada pengetahuan atas susunan ekonomi dunia dan riwayat, dan bukan semata-mata timbul dari kesembongan bangsa belaka, nasional yang bukan chauvinis, tidak boleh tidak, haruslah menolak segala paham pengecualian budi yang sempit itu. Nasionalis yang sejati yang nasionalismenya bukan copy atau tiruan dari nasionalisme barat, akan tetapi timbul dari cinta akan manusia dan kemanusiaan, nasionalisme yang yang menerima rasa nasionalismenya itu sebagai wahyu dan merasakan rasa itu sebagai bakti… baginya,,, maka rasa rasa cinta bangsa itu adalah lebar dan luas, dengan memberi tempat pada segenap sesuatu yang perlu untuk hidupnya segala hal yang hidup.”

“nasionalisme kita haruslah nasionalisme yang tidak mencari gebyarnya atau kilaunya negeri keluar saja, tapi haruslah mencari selamatnya manusia,, nasionalismenya kita haruslah lahir daripada “manselijhkid”. Nasionalismeku adalah nasionalis kemanusiaan, begitulah begitulah Gandhi berkata.

“jikalau kita mempelajari dan mengagumi sriwijaya dan mataram dan majapahit dan banten dan melayu dan singasari, tetapi kita tidak menangkap dan meneruskan api bernyala-nyala dan berkobar di dalam jiwa sriwijaya, jiwa mataram, jiwa majapahit, jiwa banten, jiwa melayu itu, maka kita pun hanya mewariskan abu saja, mewariskan barang yang mati, mewariskan barang yang tidak berharga.”

Jumat, 27 Agustus 2010

PIALA SUPER EROPA

Benitez: Inter Cepat Goyah
Sabtu, 28 Agustus 2010 | 05:36 WIB

MONACO, KOMPAS.com - Pelatih Inter Milan, Rafael Benitez, mengaku kecewa atas kegagalan timnya meraih Piala Super Eropa. Menurutnya, kekalahan itu karena "La Beneamata" terlalu banyak membiarkan Atletico Madrid mengembangkan serangannya.

Impian Inter meraih enam gelar pupus sudah setelah ditaklukkan Atletico Madrid 0-2 di Stadion Stade Louis II, Jumat atau Sabtu (28/8/2010) dini hari WIB. Inter sebetulnya sempat mendikte Diego Forlan dkk semenjak menit-menit awal. Beberapa kali pergerakkan dari Samuel Eto'o dan Diego Milito kerap membuat lini pertahanan Atletico pontang-panting.

Namun, entah apa yang terjadi, konsentrasi pasukan Rafael Benitez mulai buyar sejak pertangahan babak kedua. Hal itu berhasil dimaksimalkan Atletico. Gol kedua Atletico yang diciptakan Sergio Aguero merupakan contih rapuhnya pertahanan Inter. Penyerang asal Argentina itu terlihat begitu leluasa menceploskan bola ke gawang Julio Cesar, setalah berhasil memaksimalkan umpan mendatar yang dilepaskan Simao dari sektor kiri pertahanan Inter.

"Kami mengawali pertandingan denagn bagus. Ada sekitar dua atau tiga peluang yang kami ciptakan. Kemudian kami kehilangan kontrol. Pada akhirnya permain menjadi lebih terbuka," jelas Benitez kepada RAI.

"Taktik tidak berjalan dengan baik. Hari ini, saya tidak melihat sebuah tim yang seperti saya inginkan," tambah mantan pelatih Liverpoool itu.